Recent post
Showing posts with label No category. Show all posts
Google Image
Kemampuan yang paling hebat, dan juga paling mengerikan dari para filsuf, sastrawan, dan penulis amatiran (seperti saya), adalah merangkai kata-kata. Kemampuan persuasi, yang bisa membuat hal-hal yang sebenarnya koplak, terlihat bijak. Suatu hal-hal yang jelas salah pun, akan bisa terlihat luar biasa benar, luar biasa masuk akal, lengkap dengan argumen yang indah dan berbunga-bunga, yang kedengarannya muncul dari seorang bijak berjanggut yang sedang bersemedi di bawah pohon, lengkap dengan kicauan burung di latar belakang.
Kata-kata bijak berikut ini, saat pertama anda membacanya, anda mungkin akan manggut-manggut setuju, hati anda tersentuh, bahkan mata anda akan berkaca-kaca sambil menghela napas panjang sambil membatin: ‘iya juga yaa..’ Benarkah itu bijak? Yuk kita kritisi..
“Kita tidak perlu menghakimi keburukan orang lain. Biarlah itu urusan dia dengan Tuhannya. Hanya Tuhan yang tahu mana yang paling benar. Hanya Tuhan lah yang berhak menghakimi, di akhirat kelak..”Wow, wow, wow, tunggu dulu.. Jika saja hanya Tuhan yang berhak menghakimi, mari kita bubarkan semua lembaga peradilan, karena manusia tidak berhak menghakimi bukan? Mau orang korupsi, mencuri, menjadi gay dan lesbian, menghina agama, bahkan membunuh orang lain, biarkan saja. Toh kita tidak berhak menghakimi orang lain kan? Hanya Tuhan yang berhak. Jadi jika ada polisi yang coba mendenda kita karena buang sampah atau merokok sembarangan di Singapura, tampar saja si sok tahu itu, dan katakan: “hanya Tuhan yang berhak menghakimi saya!!” Jika kita hanya membiarkan Tuhan yang mengadili semua keburukan-keburukan manusia di dunia, kita tidak perlu hukum lagi, dan mari kita kembali ke zaman batu (bahkan manusia zaman batu pun punya peraturan). Atau kita ikuti saja kata-kata teman saya: “Lemah teles, Gusti Alloh seng mbales..”
“Kenapa kita ribut-ribut masalah yang sepele sih? Pornografi diributin, penulis buku yang mempromosikan lesbi dihalangin.. Lady Gaga diributin.. Mendingan urusin tuh koruptor, mereka yang lebih berbahaya bagi bangsa kita ini..”
“Ide dari Wikipedia adalah, makin banyak relawan yang berkolaborasi
memasukkan data dan informasi ke situs itu maka informasinya makin
akurat, selalu up-to-date dan inklusif dibandingkan ensiklopedia yang
dibuat dalam bentuk buku,” demikian pernyataan CAMERA.
CAMERA menyebut kelompoknya sebagai sebuah komite di Amerika yang menjadi akurasi laporan-laporan tentang Timur Tengah. Basis kelompok ini berada di Amerika Utara dan sudah memiliki tim yang beranggotakan puluhan Yahudi yang dibayar untuk melakukan propaganda Israel. Mereka biasanya mengubah isi atau data berbagai informasi biasanya yang terkait dengan tindakan apartheid rejim Zionis Israel terhadap warga Palestina, tentang Zionisme dan ideologi-ideologi Israel yang diidentikan dengan ideologi Nazi, teror-teror dan kekejaman yang dilakukan Israel di Palestina dan isu-isu yang terkait dengan konflik Israel-Palestina.
Dan baru-baru ini, CAMERA menyebarkan surat edaran yang isinya mengajak siapa saja yang berpotensi untuk menjadi juru propaganda Zionis untuk membantu Israel menginput data dan informasi yang pro-Israel. Dalam surat edaran tersebut tertulis,”CAMERA mencari 10 relawan untuk membantu kami menjaga entri yang terkait dengan Israel di Wikipedia agar tidak ‘tercemar’ oleh mereka yang anti-Israel dan akan mengedit entri-entri itu. Mereka yang bisa menjadi relawan harus mengerti dasar-dasar komputer.”
Disebutkan dalam surat edaran itu, bagi mereka yang berminat menjadi relawan bisa telpon atau kirim email ke CAMERA dan nanti akan dilatih bagaimana caranya menjadi editor sukarelawan untuk mempropagandakan Israel di Wikipedia.
Selama ini CAMERA aktif melakukan propaganda untuk membiaskan informasi-informasi tentang kejahatan perang dan kejahatan kemanusiaan yang dilakukan terhadap warga sipil Palestina, terutama di Jalur Gaza. Dalam propagandanya, CAMERA mengklaim mengutip pernyataan dari jubir militer Israel dan berusaha mengemukakan argumen bahwa Israel tidak dengan sengaja melakukan pembantaian terhadap warga tak berdosa Palestina dan tindakan itu dilakukan justeru untuk meminimalkan korban sipil. Sebuah argumen yang menyesatkan bagi mereka yang tidak begitu memahami konflik Israel-Palestina.
Orang-orang yang terlibat dalam CAMERA bukan orang sembarangan. Banyak diantaranya para mantan agen intelejen dalam negeri Israel, Shin Beth. Belakangan ini, CAMERA sibuk membuat propaganda untuk melawan laporan Richard Goldstone tentang kejahatan perang Israel di Gaza dengan menyebut laporan itu “tidak akurat.” (ln/IW)
ref: http://www.eramuslim.com/berita/dunia/hati-hati-wikipedia-jadi-tempat-propaganda-israel.htm
CAMERA menyebut kelompoknya sebagai sebuah komite di Amerika yang menjadi akurasi laporan-laporan tentang Timur Tengah. Basis kelompok ini berada di Amerika Utara dan sudah memiliki tim yang beranggotakan puluhan Yahudi yang dibayar untuk melakukan propaganda Israel. Mereka biasanya mengubah isi atau data berbagai informasi biasanya yang terkait dengan tindakan apartheid rejim Zionis Israel terhadap warga Palestina, tentang Zionisme dan ideologi-ideologi Israel yang diidentikan dengan ideologi Nazi, teror-teror dan kekejaman yang dilakukan Israel di Palestina dan isu-isu yang terkait dengan konflik Israel-Palestina.
Dan baru-baru ini, CAMERA menyebarkan surat edaran yang isinya mengajak siapa saja yang berpotensi untuk menjadi juru propaganda Zionis untuk membantu Israel menginput data dan informasi yang pro-Israel. Dalam surat edaran tersebut tertulis,”CAMERA mencari 10 relawan untuk membantu kami menjaga entri yang terkait dengan Israel di Wikipedia agar tidak ‘tercemar’ oleh mereka yang anti-Israel dan akan mengedit entri-entri itu. Mereka yang bisa menjadi relawan harus mengerti dasar-dasar komputer.”
Disebutkan dalam surat edaran itu, bagi mereka yang berminat menjadi relawan bisa telpon atau kirim email ke CAMERA dan nanti akan dilatih bagaimana caranya menjadi editor sukarelawan untuk mempropagandakan Israel di Wikipedia.
Selama ini CAMERA aktif melakukan propaganda untuk membiaskan informasi-informasi tentang kejahatan perang dan kejahatan kemanusiaan yang dilakukan terhadap warga sipil Palestina, terutama di Jalur Gaza. Dalam propagandanya, CAMERA mengklaim mengutip pernyataan dari jubir militer Israel dan berusaha mengemukakan argumen bahwa Israel tidak dengan sengaja melakukan pembantaian terhadap warga tak berdosa Palestina dan tindakan itu dilakukan justeru untuk meminimalkan korban sipil. Sebuah argumen yang menyesatkan bagi mereka yang tidak begitu memahami konflik Israel-Palestina.
Orang-orang yang terlibat dalam CAMERA bukan orang sembarangan. Banyak diantaranya para mantan agen intelejen dalam negeri Israel, Shin Beth. Belakangan ini, CAMERA sibuk membuat propaganda untuk melawan laporan Richard Goldstone tentang kejahatan perang Israel di Gaza dengan menyebut laporan itu “tidak akurat.” (ln/IW)
ref: http://www.eramuslim.com/berita/dunia/hati-hati-wikipedia-jadi-tempat-propaganda-israel.htm
Dalam dunia cyberspace sekarang ini, memiliki akun jejaring sosial bisa dikatakan adalah suatu keharusan. Peneliti menemukan bahwa twitter dan facebook lebih membuat ketagihan daripada alkohol dan rokok.
Melawan keinginan untuk memeriksa update status atau tweet di situs jejaring sosial ternyata lebih sulit daripada menahan dorongan untuk merokok dan meminum alkohol, bahkan lebih sulit dari menahan diri untuk berhubungan seks.
Hasil survei terhadap 250 orang menemukan bahwa tidur dan seks adalah dua hal yang kebanyakan dirindukan oleh kebanyakan orang setiap hari. Tetapi dorongan untuk tetap memantau situs jejaring sosial adalah hal yang paling sulit untuk ditolak.
Sebaliknya, penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Psychological Science ini justru menemukan bahwa alkohol dan rokok memiliki tingkat ketagihan yang jauh lebih rendah. Padahal, keduanya memiliki reputasi sebagai bahan penyebab candu yang populer.
Peneliti dari University of Chicago Booth Sekolah Bisnis di Amerika peserta memberi peserta sebuah software untuk memasukkan 8.000 laporan tentang keinginan sehari-hari para peserta.
Peneliti menemukan bahwa menahan diri untuk tidak memeriksa update status ataupun timeline jejaring sosial akan meningkatkan kemungkinan untuk memantau jejaring sosial di kesempatan berikutnya. Semakin lama menahan diri akan memperbesar keinginan mengakses internet dan melihat situs jejaring sosial.
"Seiring berjalannya waktu, keinginan dan kontrol diri menjadi rendah, sehingga upaya yang dilakukan untuk menahan godaan membuka situs jejaring sosial lebih mungkin gagal," kata peneliti Dr Wilhelm Hofmann seperti dilansir Telegraph, Kamis (2/1/2012).
Sebuah penelitian serupa yang dipublikasikan pada jurnal yang sama mengklaim bahwa menahan diri ketika menginginkan makanan bisa membantu mengontrol banyaknya makanan yang dikonsumsi.
Peneliti dari Catolica-Lisbon School of Business and Economics menemukan bahwa orang yang menunda makan keripik dalam percobaan selama seminggu kemudian mengkonsumsi keripik dalam jumlah yang lebih rendah daripada yang segera memakan makanan ringan.
sumber:detikhealth
Navigation